Picsum ID: 337
Setiap 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Momen ini hadir untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan jiwa, sekaligus mendorong upaya yang lebih luas dalam mendukung kesejahteraan mental masyarakat.
Tahun 2026, tema yang diangkat terasa lebih personal dari biasanya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tema "Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change", yang dalam bahasa Indonesia berarti "Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata".
Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992 atas inisiatif World Federation for Mental Health (WFMH), organisasi internasional yang menjadikan kesehatan mental sebagai isu utamanya. Sejak saat itu, peringatan ini rutin digelar setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda untuk menyoroti tantangan dan kebutuhan yang terus berkembang.
Tema tahun ini menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata dari para penyintas masalah kesehatan mental. Selama ini, suara mereka kerap terpinggirkan atau bahkan diabaikan. Padahal, cerita dan pengalaman langsung dari penyintas adalah sumber pembelajaran yang sangat berharga untuk memahami apa yang sebenarnya mereka butuhkan.
Dengan mendengarkan suara nyata, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang masalah kesehatan mental sebagai hal yang tabu. Perubahan kebijakan dan layanan yang berpihak pada penyintas pun hanya bisa terjadi jika pengalaman mereka benar-benar didengar.
Masalah kesehatan mental sering kali tidak terlihat dari luar. Seseorang yang tampak baik-baik saja bisa saja sedang berjuang melawan kecemasan, depresi, atau tekanan yang berat. Ketika seseorang berani berbagi cerita, hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah mendengarkan tanpa menghakimi.
Mendengarkan dengan empati bisa menjadi bentuk dukungan yang jauh lebih berarti daripada sekadar nasihat. Bagi banyak penyintas, merasa didengar dan dipahami adalah langkah awal menuju pemulihan.
Menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan langkah besar. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari:
Peringatan tahun ini mengingatkan kita bahwa kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Mulailah dari hal paling sederhana: luangkan waktu untuk mendengarkan orang-orang di sekitarmu, dan jangan ragu untuk meminta bantuan saat kamu sendiri yang membutuhkan.
Sumber: kiaton.kontan.co.id, tirto.id
Ruang tamu mungil bukan berarti harus terasa sumpek. Ini cara menata ruang tamu kecil agar…
Sulit tidur sering berawal dari malam yang tidak tertata. Ini cara membuat rutinitas malam yang…
Kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat terus bergeser ke arah yang lebih panjang dan menyeluruh.…
Selama ini kecerdasan buatan sering dianggap sebagai sumber distraksi yang mengganggu ketenangan pikiran. Namun di…
Jalan kaki 30 menit setiap hari memberi banyak manfaat bagi tubuh. Ini cara membangun rutinitasnya…
Barang menumpuk bikin rumah terasa sempit dan sumpek. Ini cara decluttering rumah dengan metode 90/90…