Gaya hidup sehat kini tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik, mental, kebugaran, hingga keseimbangan hidup mulai berkembang menjadi kebiasaan yang dijalankan secara lebih konsisten. Perubahan inilah yang menjadi pesan utama dalam Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2026.
Baca juga: Haornas 2026: Kurangi Gaya Hidup Kurang Gerak Demi Kesehatan Jangka Panjang
Baca juga: Menpora: Olahraga Bukan Beban Biaya, tapi Investasi Kesehatan Masyarakat
Baca juga: Survei PwC: 59% Konsumen Indonesia Prioritaskan Gaya Hidup Sehat Jangka Panjang
Baca juga: Tren Gen Z Tolak Promosi: Kenapa Anak Muda Kini Enggan Jadi Bos?
Acara ini digelar pada 4-6 September 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan, dan menjadi ajang berkumpulnya para pegiat gaya hidup sehat dari berbagai latar belakang.
Dulu, konsep wellness identik dengan produk kesehatan atau olahraga saja. Kini maknanya jauh lebih luas, mencakup kecantikan, nutrisi, kesehatan mental, aktivitas sosial, hingga hiburan yang mendukung kualitas hidup. Pergeseran ini turut mendorong perkembangan industri wellness di Indonesia yang terus bertumbuh.
Chief Executive Officer (CEO) Chemistry sekaligus penyelenggara Wellfest, Fauzy Harmoko, menekankan bahwa tantangan utama industri wellness saat ini bukan lagi menarik minat sesaat, melainkan membangun kebiasaan sehat yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
“Paradigma baru yang kami angkat tahun ini adalah bagaimana wellness bukan lagi soal gaya hidup musiman, tapi kebiasaan yang berkelanjutan dan bisa terus dijalani dalam keseharian masyarakat,” ujar Fauzy.
Menurutnya, pertumbuhan industri tidak cukup hanya mengandalkan tingginya minat pada periode tertentu. Konsistensi menjadi faktor penting agar gaya hidup sehat benar-benar melekat. Ini juga jadi penekanan penting bagi industri wellness yang butuh keberlanjutan, bukan sekadar euforia sesaat.
Sejalan dengan tren ini, perhatian terhadap kesehatan mental juga semakin besar. Sebuah riset menyebutkan bahwa kesepian bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 32 persen. Artinya, menjaga koneksi sosial dan kesehatan emosional kini dianggap sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik.
Inilah yang membuat acara seperti Wellfest jadi relevan. Bukan hanya soal olahraga atau makanan sehat, tapi juga tentang membangun gaya hidup utuh yang menyeimbangkan fisik, mental, dan relasi sosial.
Buat kamu yang ingin ikut menerapkan gaya hidup sehat berkelanjutan, tidak perlu langsung mengubah segalanya secara drastis. Mulailah dari langkah kecil: rutin bergerak, makan makanan bergizi, cukup tidur, dan luangkan waktu untuk hal-hal yang menyenangkan. Kuncinya adalah menjadikannya kebiasaan yang bisa bertahan lama, bukan sekadar resolusi yang hilang di tengah jalan.
Sumber: Sindonews
Pagi yang berantakan bikin mood seharian buruk. Meditasi pagi bisa jadi penawarnya. Ini cara memulai…
Aktivitas fisik rutin terbukti membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif. Ini penjelasan dan…
Program Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes tidak berhenti di skrining. Peserta yang terdeteksi hipertensi dan…
Lelah berkepanjangan yang tidak hilang meski sudah istirahat bisa jadi tanda burnout. Ini cara mengenali…
Laporan Zurich menyebut gangguan kesehatan mental bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas…
Berkebun ternyata bukan sekadar hobi mengisi waktu. Ini manfaat berkebun di rumah untuk kesehatan mental…