Picsum ID: 404
Keinginan hidup lebih sehat kini jadi bagian dari keseharian banyak orang. Namun, tahu apa yang baik bagi tubuh tidak selalu berarti mudah menjalankannya. Di tengah rutinitas padat, menjaga pola makan, tidur cukup, hingga rutin bergerak justru sering jadi tantangan tersendiri.
Baca juga: Minum Kopi dalam Jumlah Wajar Bisa Perpanjang Harapan Hidup, Ini Kata Penelitian
Baca juga: Jangan Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur, Ini Alasannya Menurut Penelitian
Baca juga: Kasus ISPA Tembus 400 Ribu per Minggu Akibat Karhutla, Ini Cara Lindungi Diri
Gambaran itu terlihat dalam studi konsumen global tentang longevity yang dilakukan Novotel terhadap 13 ribu responden di 12 negara. Sebanyak 71 persen responden mengaku lebih peduli pada kesehatan masa depan dibanding lima tahun lalu. Mayoritas juga sudah paham kebiasaan yang penting: 64 persen menyebut pola makan seimbang, 62 persen tidur berkualitas, dan 60 persen olahraga teratur.
Namun ada satu temuan menarik: 67 persen responden merasa media sosial justru membuat mereka makin sulit membedakan informasi kesehatan yang bisa dipercaya. Bahkan 37 persen mengaku pernah mengikuti tren tidur yang belakangan diketahui tidak didukung bukti ilmiah.
Berangkat dari temuan itu, Novotel memperkenalkan empat pilar utama, yakni Eat, Sleep, Move, dan Meet. Keempatnya diwujudkan lewat aktivitas sederhana seperti kelas memasak, sesi olahraga, pembahasan kualitas tidur, hingga kegiatan yang mendorong koneksi antarmanusia.
Pesan utamanya sederhana: perubahan besar tidak harus dimulai dari langkah besar. Gagasan perbaikan diri sebesar satu persen setiap hari jadi simbol bahwa perubahan kecil yang dilakukan konsisten bisa bermakna dalam jangka panjang.
Menariknya, perjalanan atau liburan juga dikaitkan dengan kesejahteraan. Sebanyak 51 persen responden merasa lebih rileks saat berlibur, dan 24 persen mengaku tidur lebih nyenyak dibanding di rumah. Efek positifnya bahkan bisa bertahan rata-rata 5,6 hari setelah pulang. Ini menegaskan bahwa hidup panjang bukan sekadar mengejar usia, melainkan menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, aktif, dan terhubung dengan orang lain.
Tidak perlu langsung mengubah seluruh gaya hidup. Mulailah dari satu kebiasaan kecil yang bisa dipertahankan: tidur lebih teratur, berjalan kaki beberapa menit, atau meluangkan waktu untuk orang terdekat. Konsistensi jauh lebih berharga daripada perubahan drastis yang sulit bertahan.
Sumber: Suara.com
Pagi yang berantakan bikin mood seharian buruk. Meditasi pagi bisa jadi penawarnya. Ini cara memulai…
Aktivitas fisik rutin terbukti membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif. Ini penjelasan dan…
Program Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes tidak berhenti di skrining. Peserta yang terdeteksi hipertensi dan…
Lelah berkepanjangan yang tidak hilang meski sudah istirahat bisa jadi tanda burnout. Ini cara mengenali…
Laporan Zurich menyebut gangguan kesehatan mental bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas…
Berkebun ternyata bukan sekadar hobi mengisi waktu. Ini manfaat berkebun di rumah untuk kesehatan mental…