Picsum ID: 498
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus influenza di Indonesia masih berada pada kategori rendah, meski proporsi kasus positif mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan menjelang akhir tahun ini, menurut Kemenkes, merupakan pola yang biasa terjadi dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Baca juga: Kasus ISPA Tembus 400 Ribu per Minggu Akibat Karhutla, Ini Cara Lindungi Diri
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa tren kasus influenza memang cenderung naik menjelang akhir tahun. “Trennya sama, menjelang akhir tahun akan naik kasus influenza, tapi bukan lonjakan signifikan,” jelasnya.
Peningkatan kasus influenza ini dipicu beberapa faktor lingkungan, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung, serta musim kemarau. Kondisi udara yang kurang bersih membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap infeksi virus, termasuk influenza.
Data hingga 12 September 2026 menunjukkan proporsi hasil pemeriksaan positif influenza pada minggu ke-35 mencapai 38 persen, naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Dari kasus yang terdeteksi, sekitar 33 persen terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.
Salah satu jenis yang menjadi perhatian adalah influenza A(H3N2) subclade K, yang belakangan kerap disebut media sebagai “super flu”. Padahal, istilah itu bukan nama resmi varian virus influenza. Pada pemeriksaan minggu ke-35, dari 175 spesimen yang diperiksa, 66 dinyatakan positif influenza, yang terdiri dari 63 kasus influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus influenza A(H3N2), dan satu kasus influenza B/Victoria.
Kasus influenza A(H3N2) subclade K sendiri telah terdeteksi di 13 provinsi. Kemenkes mengingatkan bahwa data beberapa pekan terakhir masih bersifat sementara dan bisa berubah.
Meski situasinya masih terkendali, tidak ada salahnya memperkuat kebiasaan sehat menjelang akhir tahun:
Kenaikan kasus influenza jelang akhir tahun memang hal yang wajar, tetapi kewaspadaan tetap penting, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Sumber: Kompas.com
Pagi yang berantakan bikin mood seharian buruk. Meditasi pagi bisa jadi penawarnya. Ini cara memulai…
Aktivitas fisik rutin terbukti membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif. Ini penjelasan dan…
Program Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes tidak berhenti di skrining. Peserta yang terdeteksi hipertensi dan…
Lelah berkepanjangan yang tidak hilang meski sudah istirahat bisa jadi tanda burnout. Ini cara mengenali…
Laporan Zurich menyebut gangguan kesehatan mental bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas…
Berkebun ternyata bukan sekadar hobi mengisi waktu. Ini manfaat berkebun di rumah untuk kesehatan mental…