Kenali Label Nutri-Level: Cara Cerdas Memilih Makanan Kemasan yang Lebih Sehat

Saat berbelanja di minimarket atau supermarket, kamu mungkin mulai menemukan label baru pada kemasan makanan dan minuman olahan. Label bergradasi warna itu disebut Nutri-Level, sebuah sistem pelabelan yang digagas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu konsumen lebih mudah memantau kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk.

Kehadiran label ini sebenarnya bukan untuk melarang peredaran produk tertentu, melainkan memberi informasi yang lebih jelas. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Nutri-Level?

Nutri-Level adalah sistem pelabelan bergradasi yang menunjukkan kadar gula, garam, dan lemak (dikenal dengan singkatan GGL) dalam sebuah produk pangan olahan. Semakin tinggi kadarnya, semakin tinggi pula tingkat dalam skala label tersebut.

BPOM menegaskan bahwa label ini bukan larangan. Produk yang mendapat label dengan tingkat tertinggi tetap boleh beredar. Tujuannya adalah mendorong konsumen untuk membuat pilihan yang lebih sadar dan mendorong produsen untuk merumuskan produk yang lebih sehat.

Kenapa Gula, Garam, dan Lemak Perlu Diwaspadai?

Konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Masalahnya, banyak orang tidak menyadari seberapa banyak kandungan tersebut dalam makanan kemasan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Dengan label Nutri-Level, informasi yang tadinya tersembunyi dalam tabel gizi kini menjadi lebih mudah dipahami hanya dengan melihat warna dan huruf pada kemasan.

Cara Membaca Label Nutri-Level

Secara umum, label ini menggunakan gradasi warna dan huruf untuk menunjukkan tingkat kandungan GGL. Berikut panduan sederhananya:

  • Perhatikan warna dan huruf: warna hijau biasanya menandakan kandungan GGL lebih rendah, sedangkan warna yang lebih pekat menandakan kandungan lebih tinggi.
  • Bandingkan antarproduk: untuk kategori yang sama, pilih produk dengan tingkat yang lebih rendah bila memungkinkan.
  • Jangan hanya fokus satu hal: pertimbangkan juga porsi dan frekuensi konsumsi, bukan sekadar label pada satu produk.

Langkah Sederhana Menuju Pola Makan Lebih Sehat

Selain memanfaatkan label Nutri-Level, ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu terapkan:

  • Utamakan bahan alami seperti sayur, buah, dan sumber protein segar.
  • Batasi makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
  • Perbanyak minum air putih dan kurangi minuman manis kemasan.
  • Biasakan membaca tabel gizi untuk memahami komposisi produk.

Langkah Positif bagi Konsumen

Kehadiran Nutri-Level menandakan arah regulasi yang semakin berpihak pada kesehatan masyarakat. Bagi konsumen, ini adalah alat bantu yang membuat informasi gizi menjadi lebih transparan dan mudah diakses. Dengan membiasakan diri membaca label, kamu mengambil langkah kecil namun berarti menuju pola hidup yang lebih sehat.

Sumber: BPOM

IntanHoki

IntanHoki

Cara Memulai Meditasi Pagi untuk Pikiran Lebih Tenang

Pagi yang berantakan bikin mood seharian buruk. Meditasi pagi bisa jadi penawarnya. Ini cara memulai…

36 menit

Cegah Pikun Sejak Dini: Olahraga Rutin Jadi Kunci Otak Sehat

Aktivitas fisik rutin terbukti membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif. Ini penjelasan dan…

37 menit

Cek Kesehatan Gratis Temukan Hipertensi dan Diabetes, Pasien Bisa Langsung Dapat Obat

Program Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes tidak berhenti di skrining. Peserta yang terdeteksi hipertensi dan…

1 hari

Cara Mengenali dan Mengatasi Burnout Sebelum Makin Parah

Lelah berkepanjangan yang tidak hilang meski sudah istirahat bisa jadi tanda burnout. Ini cara mengenali…

1 hari

Gangguan Kesehatan Mental Bisa Tekan Produktivitas hingga 5 Persen PDB

Laporan Zurich menyebut gangguan kesehatan mental bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas…

3 hari

Manfaat Berkebun di Rumah untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Berkebun ternyata bukan sekadar hobi mengisi waktu. Ini manfaat berkebun di rumah untuk kesehatan mental…

3 hari