Exercise for Mental Health: Tren Olahraga buat Kesehatan Mental Naik Daun 2026

Baca juga: Kenali Label Nutri-Level: Cara Cerdas Memilih Makanan Kemasan yang Lebih Sehat

Baca juga: Journaling untuk Kesehatan Mental: Cara Memulai dan Manfaatnya

Baca juga: Kenalan dengan Nutri-Level, Label Baru BPOM untuk Bantu Pilih Makanan Lebih Sehat

Baca juga: Tren Makanan Sehat 2026: Dari Beauty Foods hingga Creatine yang Naik Daun

Baca juga: 7 Cara Praktis Memulai Journaling buat Kesehatan Mental di 2026

Tren gaya hidup sehat terus berkembang, dan tahun 2026 ini ada pergeseran yang menarik. Kalau dulu olahraga identik dengan urusan bentuk badan dan kebugaran fisik, sekarang makin banyak orang yang berolahraga demi kesehatan mental. Konsep ini dikenal dengan istilah Exercise for Mental Health, dan posisinya makin naik daun di kalangan pelaku gaya hidup sehat.

Olahraga Kini Jadi Cara Kelola Stres

Survei Worldwide Survey of Fitness Trends 2026 dari American College of Sports Medicine (ACSM) menempatkan Exercise for Mental Health di peringkat ke-6 tren kebugaran dunia. Ini menandakan olahraga makin dilihat sebagai salah satu cara efektif untuk membantu mengelola stres, bukan sekadar menjaga kebugaran atau penampilan semata.

Perubahan ini sejalan dengan kesadaran bahwa kesehatan fisik dan mental saling berkaitan. Banyak orang menghadapi rutinitas padat—pekerjaan, keluarga, sampai kebutuhan mengembangkan diri—yang bikin waktu untuk merawat diri jadi makin penting. Wellness pun hadir bukan sekadar sebagai tren gaya hidup, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Bukan Cuma Soal Workout

Menariknya, konsep wellness sekarang juga meluas ke aktivitas di luar olahraga. Kegiatan kreatif seperti membuat kerajinan tangan mulai dianggap sebagai cara untuk memberi jeda dari rutinitas sekaligus membantu konsentrasi pada hal yang menyenangkan. Penelitian dari Drexel University yang banyak dikutip menyebut sekitar 75 persen peserta mengalami penurunan kadar kortisol (hormon stres) setelah melakukan aktivitas seni selama 45 menit.

Perpaduan olahraga dan kegiatan seni pun mulai ditawarkan lewat konsep Workout x Workshop. Peserta bisa mengikuti pound fit, zumba, atau yoga, lalu melanjutkannya dengan membuat gelang manik-manik, menghias gantungan tas, membuat gantungan kunci, atau menciptakan boneka kain. Kegiatan semacam ini kian banyak diadakan di berbagai kota sebagai ruang untuk melepas penat dan kembali terhubung dengan komunitas.

Ekonomi Wellness yang Terus Membesar

Perkembangan ini juga terlihat dari sisi ekonomi. Laporan 2024 Global Wellness Economy Monitor dari Global Wellness Institute (GWI) mencatat ekonomi wellness global mencapai USD 6,3 triliun pada 2023, dan diproyeksikan mendekati USD 9 triliun pada 2028. Angka ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat yang menyeluruh.

Jenis Olahraga yang Ramah buat Pemula

Buat kamu yang baru mulai, nggak perlu langsung memaksakan diri dengan latihan berat. Beberapa pilihan yang ramah pemula antara lain:

  • Jalan kaki — 20–30 menit sehari sudah cukup untuk menjernihkan pikiran.
  • Yoga atau stretching — membantu meredakan ketegangan otot sekaligus menenangkan pikiran.
  • Bersepeda santai — cara menyenangkan untuk bergerak sambil menikmati suasana.
  • Menari atau zumba — menggabungkan gerak dan kesenangan sekaligus.

Kuncinya bukan seberapa berat latihannya, tapi seberapa rutin kamu melakukannya. Olahraga ringan yang konsisten jauh lebih bermanfaat untuk kesehatan mental dibanding latihan berat yang cuma dilakukan sesekali.

Mulai dari Mana?

Kabar baiknya, kamu nggak perlu langsung ikut kelas mahal untuk memulai. Jalan kaki santai 20–30 menit, peregangan ringan di pagi hari, atau yoga sederhana di rumah sudah cukup membantu meredakan stres. Kamu juga bisa mencoba meluangkan 30–45 menit untuk aktivitas kreatif seperti menggambar, mewarnai, atau merajut. Coba mulai dari satu aktivitas kecil dan jadikan rutinitas mingguan. Yang terpenting adalah konsisten dan memilih aktivitas yang benar-benar kamu nikmati, karena di situlah manfaat kesehatan mentalnya paling terasa.

Sumber: Liputan6

IntanHoki

IntanHoki

Cara Menata Ruang Tamu Kecil agar Terlihat Luas dan Tetap Fungsional untuk Keluarga

Ruang tamu mungil bukan berarti harus terasa sumpek. Ini cara menata ruang tamu kecil agar…

1 hari

Cara Membuat Rutinitas Malam yang Menenangkan agar Tidur Lebih Nyenyak dan Pikiran Rileks

Sulit tidur sering berawal dari malam yang tidak tertata. Ini cara membuat rutinitas malam yang…

1 hari

Longevity Jadi Tren Gaya Hidup Sehat 2026, Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan

Kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat terus bergeser ke arah yang lebih panjang dan menyeluruh.…

1 hari

AI Mindfulness, Tren Baru Reset Otak yang Makin Populer di 2026

Selama ini kecerdasan buatan sering dianggap sebagai sumber distraksi yang mengganggu ketenangan pikiran. Namun di…

2 hari

Cara Membangun Rutinitas Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari untuk Tubuh Lebih Bugar

Jalan kaki 30 menit setiap hari memberi banyak manfaat bagi tubuh. Ini cara membangun rutinitasnya…

2 hari

Cara Decluttering Rumah dengan Metode 90/90 agar Rumah Lebih Lega dan Nyaman

Barang menumpuk bikin rumah terasa sempit dan sumpek. Ini cara decluttering rumah dengan metode 90/90…

2 hari