Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkenalkan label Nutri-Level pada kemasan pangan olahan. Banyak yang keliru mengira label ini sebagai aturan pelarangan produk tertentu, padahal fungsinya jauh lebih sederhana: membantu kamu memilih makanan yang lebih sehat.

Baca juga: BPOM Perketat Batas BPA pada Galon Guna Ulang, Penerapan Bertahap hingga 2031

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa Nutri-Level adalah instrumen edukasi, bukan larangan. “Penerapan Nutri-Level bukan maksud untuk melarang produk. Sekali lagi, Nutri-Level bukan larangan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI.

Kenapa Nutri-Level Diperlukan?

Kebijakan ini lahir di tengah tingginya angka penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Data BPOM menunjukkan 30,8 persen penduduk mengalami hipertensi, 11,7 persen penduduk di atas 15 tahun menderita diabetes, dan 23,4 persen penduduk di atas 18 tahun mengalami obesitas.

Dengan label yang mudah dibaca, konsumen bisa lebih sadar soal kandungan gula, garam (natrium), dan lemak (GGL) pada produk yang mereka beli, sebelum masuk keranjang belanja.

Cara Membaca Nutri-Level

Nutri-Level membagi produk ke dalam empat kategori berdasarkan kandungan GGL:

  • Kategori A — warna hijau tua, kandungan GGL lebih rendah.
  • Kategori B — warna hijau muda, kandungan GGL tergolong rendah.
  • Kategori C — warna kuning/oranye, sebaiknya dikonsumsi secara bijak.
  • Kategori D — warna merah, perlu dibatasi sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan.

Penting dipahami, produk kategori D tetap boleh beredar di pasaran selama memenuhi ketentuan. Warna merah bukan berarti produk dilarang, melainkan penanda agar konsumsi dibatasi.

Dorongan untuk Industri

Nutri-Level juga diharapkan mendorong industri pangan melakukan reformulasi agar menghasilkan produk dengan komposisi lebih sehat. Pelaku usaha diberikan masa transisi 24 bulan untuk menyesuaikan, sementara usaha mikro mendapat panduan standar nilai gizi agar tidak terbebani uji laboratorium mandiri.

Mulai dari Membaca Label

Bagi kamu yang ingin mulai hidup lebih sehat, langkah paling sederhana adalah membiasakan membaca label. Perhatikan kategori Nutri-Level, bandingkan antarproduk, dan sesuaikan dengan kondisi kesehatanmu. Kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar untuk kesehatan jangka panjang.

Sumber: InfoPublik