Picsum ID: 312
Kurang tidur selama ini lebih sering dikaitkan dengan rasa lelah, sulit fokus, atau suasana hati yang buruk. Namun, penelitian kesehatan terbaru mengungkap sisi lain yang jarang disadari: kualitas tidur yang buruk ternyata juga berdampak langsung pada sistem pencernaan kita.
Baca juga: Insomnia Tingkatkan Risiko Stroke 26 Persen, Ini Kata Para Ahli
Baca juga: Night Owl vs Morning Lark: Mana yang Lebih Cerdas? Ini Kata Studi Terbaru
Baca juga: Kualitas Udara Buruk Landa Sejumlah Daerah, Ini Cara Lindungi Kesehatan Keluarga
Temuan ini membuat banyak orang mulai melihat tidur bukan sekadar kebutuhan istirahat, melainkan bagian penting dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Studi terbaru menunjukkan bahwa kurang tidur dan kesehatan pencernaan memiliki hubungan yang jauh lebih erat daripada yang selama ini diperkirakan. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi ritme biologis tubuh, keseimbangan mikrobiota usus, pola makan, hingga kenyamanan sistem pencernaan secara keseluruhan.
Ketika jam tidur berantakan, ritme sirkadian tubuh ikut terganggu. Padahal, ritme inilah yang mengatur kapan sistem pencernaan bekerja optimal. Akibatnya, proses metabolisme dan penyerapan nutrisi bisa ikut terpengaruh.
Tubuh kita punya jalur komunikasi dua arah antara otak dan usus yang dikenal sebagai gut-brain axis. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yaitu kumpulan bakteri baik yang berperan dalam pencernaan dan daya tahan tubuh. Saat tidur terganggu, keseimbangan ini ikut terganggu, yang bisa memicu keluhan seperti kembung, sembelit, atau rasa tidak nyaman di perut.
Tidak mengherankan jika pola tidur buruk juga dikaitkan dengan kebiasaan makan yang tidak teratur. Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah lapar dan tergoda makanan tidak sehat, yang pada akhirnya menambah beban sistem pencernaan.
Masalah kualitas tidur ternyata cukup meluas. Sebuah penelitian yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran di Indonesia bahkan menemukan bahwa hampir dua pertiga di antaranya mengalami kualitas tidur yang buruk. Ini menunjukkan bahwa tidur berkualitas bukan hal yang bisa dianggap remeh, terutama bagi mereka yang punya aktivitas padat.
Kabar baiknya, memperbaiki kualitas tidur juga berarti membantu menjaga kesehatan pencernaan. Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
Pada akhirnya, tidur yang cukup dan berkualitas adalah investasi sederhana yang manfaatnya terasa sampai ke sistem pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Mulailah dengan satu kebiasaan kecil: tidur pada jam yang sama setiap malam.
Sumber: rangkuman penelitian kesehatan dan penjelasan ahli tidur
Ruang tamu mungil bukan berarti harus terasa sumpek. Ini cara menata ruang tamu kecil agar…
Sulit tidur sering berawal dari malam yang tidak tertata. Ini cara membuat rutinitas malam yang…
Kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat terus bergeser ke arah yang lebih panjang dan menyeluruh.…
Selama ini kecerdasan buatan sering dianggap sebagai sumber distraksi yang mengganggu ketenangan pikiran. Namun di…
Jalan kaki 30 menit setiap hari memberi banyak manfaat bagi tubuh. Ini cara membangun rutinitasnya…
Barang menumpuk bikin rumah terasa sempit dan sumpek. Ini cara decluttering rumah dengan metode 90/90…