Kualitas Udara Buruk Landa Sejumlah Daerah, Ini Cara Lindungi Kesehatan Keluarga

Sejumlah daerah di Indonesia belakangan melaporkan kualitas udara yang memburuk hingga masuk kategori berbahaya. Di Palembang, misalnya, indeks kualitas udara sempat tercatat menyentuh angka 532,8 pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026. Kondisi ini membuat banyak warga mengeluhkan asap dan gangguan pernapasan, sehingga imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan kembali digaungkan.
Kenapa Kualitas Udara Buruk Berbahaya
Udara yang tercemar mengandung partikel halus seperti PM2.5 yang ukurannya sangat kecil dan bisa masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga ke paru-paru. Paparan jangka panjang bisa memicu batuk, sesak napas, iritasi mata dan tenggorokan, hingga memperparah kondisi penderita asma atau penyakit paru kronis. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.
Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai
Saat kualitas udara memburuk, tubuh biasanya memberi sinyal seperti mata perih, tenggorokan gatal, batuk ringan, atau napas terasa berat. Kalau gejala ini muncul dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera kurangi paparan dan konsultasikan ke fasilitas kesehatan bila diperlukan.
Cara Melindungi Diri dan Keluarga
- Kurangi aktivitas luar ruangan. Jika tidak mendesak, tunda dulu kegiatan di luar, terutama saat pagi atau sore ketika konsentrasi polutan cenderung lebih tinggi.
- Gunakan masker yang tepat. Masker dengan penyaringan partikel membantu mengurangi jumlah polutan yang terhirup saat harus keluar rumah.
- Tutup jendela dan pintu. Cegah udara luar masuk ke dalam rumah, terutama di kamar tidur dan ruang tempat anak beraktivitas.
- Gunakan pembersih udara. Air purifier dengan filter HEPA bisa membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap baik.
- Pantau indeks kualitas udara. Cek aplikasi atau laman resmi pemantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar.
Jaga Daya Tahan Tubuh
Selain menghindari paparan, menjaga daya tahan tubuh juga penting. Konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, dan pastikan istirahat cukup. Tubuh yang fit lebih mampu menghadapi dampak polusi udara dibandingkan tubuh yang sedang kelelahan.
Kualitas udara yang buruk memang tidak bisa dihilangkan dalam semalam, tapi langkah-langkah sederhana di atas bisa membantu mengurangi dampaknya bagi kesehatan keluarga. Tetap waspada, dan jangan ragu mencari bantuan medis bila muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Sumber: detikcom
