Banyak dari kita menganggap bahwa semakin sibuk seseorang, semakin produktif pula dirinya. Jadwal padat, multitasking, hingga nyaris tak punya waktu istirahat sering dipandang sebagai tanda bahwa kita bekerja dengan baik. Namun, penelitian terbaru justru membantah anggapan tersebut.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews tahun 2026 oleh tim dari Universitas Poitiers, Perancis, menjelaskan bahwa otak manusia tidak sekadar mendorong kita untuk bekerja sekeras mungkin. Sebaliknya, otak terus-menerus menghitung apakah usaha yang kita keluarkan sebanding dengan manfaat yang akan didapatkan. Inilah yang disebut sebagai principle of least effort atau prinsip usaha minimal — di mana otak secara alami akan memilih cara paling efisien untuk mencapai hasil yang sama.

Menariknya, peneliti menegaskan bahwa prinsip ini bukan berarti manusia secara alami malas. Melalui teori active inference, otak kita terus memperkirakan apakah suatu aktivitas layak dilakukan berdasarkan imbalan yang akan diperoleh. Jika manfaat dirasa lebih besar dari biaya energi yang dikeluarkan, kita akan termotivasi menyelesaikan tugas. Sebaliknya, jika usaha terasa sia-sia, otak akan memilih menghemat energi — dan itu adalah keputusan yang adaptif, bukan kegagalan.

Kesimpulannya, kemampuan mengelola energi — tahu kapan harus all-out dan kapan perlu istirahat — adalah bagian penting dari allostasis, yaitu kondisi di mana tubuh menggunakan sumber daya secara efisien. Jadi, lain kali kamu merasa bersalah karena mengambil jeda di tengah kesibukan, ingatlah: istirahat yang tepat justru membuatmu lebih produktif dalam jangka panjang.

Sumber: Kompas.com

🔗 IntanHoki — edukasi lifestyle yang jernih & disengaja.

Gabung channel Telegram kami: Join Telegram Official

📢 Dapatkan Info & Update Terbaru!

Jangan ketinggalan tips, trik, dan informasi eksklusif dari kami. Gabung channel Telegram resmi untuk update real-time!

🔗 Gabung #